It’s ‘Me 2.0!’


Anda sempat tahu fenomena seorang anak remaja bernama Marsha di Twitter? Dia sempat duduk di urutan teratas Trending Topics lho. What is so special about her? Well..specially BAD. Jika Anda ketinggalan beritanya, Anda bisa kunjungi dua situs ini (http://bit.ly/cNKeU6) (http://bit.ly/9qzqrz)

Seperti yang kita ketahui, internet telah menyuguhkan cara mudah berkomunikasi – baik dengan keluarga, orang terdekat, teman, bahkan dengan orang asing – diawali dengan fenomena mIRC, lalu Forum online, dan seterusnya. Bagi orang-orang yang belum sempat melek internet pada saat itu, Facebook dan Twitter (dua situs Social Media terbesar di dunia saat ini) menjadi celah populer untuk masyarakat dunia mengenal dan menggunakan berbagai macam kegiatan dengan mengatas namakan ‘komunikasi’.

Di dunia maya, orang tidak perlu takut untuk berpendapat, baik secara halus maupun ekstrim, karena toh tidak face-to-face. Tidak takut dipukul atau pun diludahi. Tapi sadarkah Anda bahwa dalam berkomunikasi di dunia maya you are what you write/type/tweet? Itu termasuk kegiatan Personal Branding (http://en.wikipedia.org/wiki/Personal_branding) Anda yang Anda sedang lakukan terhadap orang-orang di sekitar Anda, termasuk orang-orang yang belum Anda kenal. It is – officially – Me 2.0! Istilah ini saya pinjam dari buku karangan Dan Schawbel yang berjudul ‘Me 2.0: Build a Powerful Brand to Achieve Career Success’ http://bit.ly/2xVgFW

Ya! Apa yang Anda tuangkan di dalam profil atau akun Anda di situs Social Media merupakan portfolio Anda. Kalau di KasKus, sistem reward/punish-nya berupa pemberian ‘cendol ijo’ (Anda berlaku baik) atau ‘ bata merah’ (Anda telah menyinggung seseorang).

Apa dampaknya bagi Anda? Mudah. Jika Anda berperilaku baik di dunia maya, niscaya tidak akan terjadi apa-apa. Namun, apabila Anda berlaku sebaliknya, efeknya belum tentu hanya terhadap diri Anda sendiri. Masih ingat Evan Brimob (http://bit.ly/2pIoFe) dengan status kontroversialnya di Facebook? Tidak hanya dia yang dicaci maki oleh pengguna Facebook lain, tapi berawal dari posting statusnya yang kurang menyenangkan, Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) ikut merasakan getahnya (http://bit.ly/adhp1d).

Hanya karena tweet dan/atau status update Anda, Anda juga bisa kehilangan pekerjaan! Mengerikan bukan?

Apa yang bisa kita petik dari sini? Bermain-main di dunia maya bukan berarti Anda dapat berbuat seenaknya. Selayaknya hidup bersosialisasi dengan orang lain, kita juga harus mampu dan mau menjaga perilaku serta budi pekerti kita di dunia maya. Salah-salah kasih komen, bisa-bisa akun Twitter Anda di-suspend seperti Marsha atau Anda dipaksa untuk minta maaf kepada khalayak Facebook seperti Evan Brimob. Dan, jangan salah! Efeknya bisa terasa di dunia nyata Anda sendiri😉

Be smart and be wise. Tweetmu/Statusmu adalah (juga) harimaumu. Mari kita ber-Internet Sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s