Some Things Don’t Change


Hari ini saya berbincang-bincang dengan teman saya Adityo, Andy, dan Ary. Temanya diawali dengan membahas soal heboh Spamming di BBM (BlackBerry Messenger) yang membuat rekan-rekan saya berteriak-teriak via Twitter. Saya turut berduka cita bagi yang menggunakanBB. Untung saya tidak😛 Lalu kami mulai ngelantur ke buku dan iPad.

Di tengah perkembangan situs-situs yang mempermudah kegiatan saling berbagi di antaranetizen ditambah teknologi yang tidak henti-hentinya bertambah canggih, kami melihat banyak sekali hal-hal yang makin mempermudah hidup manusia seperti:

  • BlackBerry (berkomunikasi menjadi lebih mudah dan tanpa batas);
  • Kindle (membaca tanpa membawa dan membolak-balikkan halaman);
  • Android (era kejayaan Application Launcher).

Lalu lanjut ke iPhone, Handphone Android murah, dll.

Sampai pada akhirnya kami membahas soal ‘Buku VS. iPad/Kindle/Slate/pokoknya teknologi Tablet PC‘. Tablet PC memberikan banyak sekali kemudahan dalam berkegiatanonline. Kalau dalam hal membaca e-Book, hebatnya Tablet PC adalah:

  1. Bisa menyimpan ber-Giga e-Book, tinggal dalam hitungan klik sudah dapat berganti buku, sesuai dengan minat baca;
  2. Ringkas: tidak harus membawa buku terlalu banyak;
  3. Terlihat lebih keren, daripada hanya membaca buku kuno;
  4. Pembelian e-Book dapat dilakukan dengan sangat mudah dan di mana saja.

Masih banyak kelebihan-kelebihannya dan WAH! Hidup kelihatannya bisa lebih stylish, simple, dan hemat kertas ya!

Akan tetapi, teman saya Andy mengingatkan value yang bisa didapatkan lebih dari sebuah buku usang daripada Tablet PC yang super duper ultra mega canggih.

  1. Tablet PC kalau dicolong bisa nangis. Buku? Siapa yang mau nyolong coba?!
  2. Kalau kita lupa suatu teori atau bacaan yang sedang penting untuk tulisan, teori, dan riset kita, hanya dengan melirik ke deretan koleksi buku yang kita punya, bisa ingat lagi lho;
  3. Belum tentu melihat layar PC seharian bikin sehat mata. Buku lebih friendly;
  4. Kalau buku jatuh, ya diambil. Kalau Tablet PC jatuh, yang punya juga ikut jatuh (alias pingsan).

Kelemahan yang ada pada buku kuno – untuk kami – adalah karena lembaran-lembaran itu memakan beberapa pohon pinus dari hutan kita. “Tapi khan bisa pakai kertas daur ulang!” Nah..kertas daur ulang harganya lebih mahal dari biasanya.

Tapi..

Kok saya merasa value yang dipaparkan teman saya Andy ini lebih ‘ngena’ di saya ketimbang baca e-Book di Tablet PC ya? Call me old-fashioned, tapi dalam hal ini kami sepakat bahwaSome Things Don’t Change. Barang lama terkadang lebih baik daripada barang baru. ‘Megang’-nya enak, biar dibilang jadul. Jadi menurut kami, buku adalah hasil inovasi ‘jaman kuda gigit besi’ yang tidak akan pernah mati. Bisa jadi menurun peminatnya, tapi kami tidak yakin buku akan hilang begitu saja dari muka bumi.

Bagaimana dengan teman-teman?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s