Kebangkitan E-Commerce Indonesia


Dunia maya adalah dunia tanpa henti. Sangat dinamis dengan inovasi-inovasi model bisnis yang atraktif dan relevan. Tidak sedikit juga sih yang tumbang di tengah jalan, bahkan di awal publikasi. Rata-rata yang berhasil telah berhasil untuk memikirkan – setidaknya – dua hal, yaitu:

  1. Content yang menarik dan memang memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar;
  2. Advertisers yang bisa diyakinkan bahwa model bisnis situs tersebut akan men-generate traffic, users, dan (bisa juga) transaksi

Setelah itu, hukum dasar Marketing Mix dan Positioning silahkan dipergunakan untuk membedakan antara Anda dan kompetitor-kompetitor Anda. Jika bisnis Anda ‘new to the world/people’, kesempatan yang dimiliki untuk menjadi bahan WOM (Word Of Mouth) memiliki peluang yang sangat besar, tentu didukung dengan strategi promosi yang tepat.

OK, cukup dengan paragraf-paragraf pembukanya. Jika Anda membayangkan diri Anda mundur beberapa tahun ke belakang, kita bisa sama-sama tahu situs-situs legendaris apa saja yang berperan dalam mengedukasi masyarakat dalam berperilaku online. Saya melihatnya dari 3 fase, yaitu:

  1. Era Informasi: CNN.com, detik.com, KapanLagi.com, dan lainnya;
  2. Era Komunikasi: E-mail, mIRC32, MSN/YM, KasKus.us, Friendster/MySpace, Facebook, Twitter, dan banyak lagi lainnya;
  3. Era Berbelanja: Amazon.com, eBay, Alibaba.com, 11st.co.kr, Rakuten, Plasa.com, Tokopedia.com, dan sangat amat banyak sekali.

Kedua fase tersebut memang masing-masing saling bersinggungan, karena para businessmententu ingin terus berinovasi untuk merebut perhatian dan minat pasar dalam berkegiatan ekonomi. Akan tetapi, kesiapan pasar adalah kuncinya. Tidak bisa serta merta businessmen memaksakan kehendak konsumennya untuk membeli produk buatannya, dengan platform apa pun.

Generasi Y, yang merupakan terusan dari Generasi X, adalah generasi yang sudah melekinternet. Dengan perkembangan teknologi internet dan situs-situs dengan model bisnis yang terus berkembang, Generasi Y bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Enthusiast: Pencari dan pembagi informasi (travelling, kuliner, hobi, dan lain lain);
  • Deal Seeker: Pencari dan pembagi informasi potongan harga, kupon, cashback, dan tawaran promosi lainnya.

Di Indonesia semua situs E-Commerce dan konsumennya sedang sama-sama belajar. E-Commerce belajar untuk mengerti perilaku konsumennya dalam berbelanja online dan si konsumen juga sedang belajar untuk mempercayai sistem online untuk kegiatan berbelanja mereka. Nah..sebetulnya apa sih perilaku konsumen yang sama persis, baik dalam berbelanjaoffline maupun online? BETUL! Jawabannya adalah DISKON, CASHBACK, VOUCHER, KUPON! Masa sih Anda tidak tergiur dengan tawaran-tawaran potongan harga untuk barang yang Anda sudah incar? Atau barang yang sebetulnya tidak terlalu Anda butuhkan tapi kok kayanya bisa mempercantik rumah dan meja kantor Anda?

Model bisnis online yang dibilang-bilang akan jadi cukup ngetren ke depannya adalah sebuah situs yang berawal di Chicago, Amerika Serikat, dengan nama Groupon. Groupon bukan yang pertama dalam bisnis kupon secara onilne, tapi setidaknya situs ini lah yang perkembangannya sangat cepat. Cara kerja layanan yang ditawarkan oleh Groupon adalah:

  • Kita (konsumen) mengumpulkan peminat dengan jumlah tertentu terhadap satu restoran yang sama;
  • Lalu tim Groupon akan menegosiasikan dengan pihak restoran tersebut (merchants)demi minat kita;
  • Si merchant memberikan apresiasi berupa diskon dengan jumlah yang disepakati antara Groupon dan si merchant;
  • Kita sebagai peminat dan user lain yang sedang mengunjungi Groupon dapat mendaftarkan diri dan membeli kupon tersebut dengan durasi waktu tertentu.

Kenapa harus mengumpulkan peminat terlebih dahulu?

Groupon harus cukup yakin bahwa restoran yang diminati pasar sesungguhnya memiliki peluang yang besar untuk dikunjungi dan dikonsumsi. Ini menjadi bargaining powerGroupon kepada sang merchant.

Terus, kok hanya dalam durasi tertentu? Kenapa ga seminggu or selamanya saja sekalian?

Dari pihak merchant, tentu mereka ingin mempertahankan image restoran mereka di level tertentu dan kalau terus-terusan dipotong harganya, ya bangkrut dong. Selain untuk menarik pengunjung pada saat grand launching restaurant yang baru, restoran yang mahal pun ingin supaya ada tambahan konsumen, yang bisa memaklumi harga mahalnya setelah mencoba kualitas dan rasa dari makanan dan/atau minuman yang disajikan oleh restoran tersebut.

Kok saya berani bilang bahwa ini akan menjadi tren ke depannya? Ada tiga hal yang membuat saya cukup optimis untuk berpendapat demikian:

  1. Orang Indonesia adalah penganut asas collectivism. Sangat senang untuk berbagi cerita suka dan duka bersama dengan circle of friends-nya, dari kalangan mana pun;
  2. Orang Indonesia suka sekali dengan diskon dan teman-temannya (80% Deal Seeker, 20% Enthusiast. Hehehe..). Perlu saya jelaskan lebih lanjut? Hehehe..Kayanya tidak usah ya. Tapi kayanya ga cuma orang Indonesia aja deh..;
  3. Sudah ada tiga situs Indonesia yang mengadaptasi model bisnis Groupon, yaituDisDus.comFanesia.com, dan Dealkeren.com. Informasi ini saya dapatkan dari Daily Social.com, sebuah situs media informasi Tech Start-Up lokal yang sedang saya gandrungi sekarang.

See? Perkembangan internet sangat dinamis dan seperti halnya di dunia riil, akan banyak model-model bisnis E-Commerce lain yang akan muncul dengan kegiatan-kegiatan promosi mereka dan internet pun akan menjadi cluttered.

Dan sadarilah bahwa model bisnis yang menganut paham crowd-sourcing cenderung untuk cepat berkembang dan mendapatkan perhatian target pasar yang diinginkan.

Jadi? Siap kah Anda berbelanja online? Pada akhirnya toh Anda akan mencoba😉 Percaya atau tidak percaya, teman-teman Anda mungkin saja sudah menjadikan belanja online sebagai bagian dari lifestyle mereka.

Thanks for reading! See you on the next discussion😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s