Apakah Bayi Anda Aman dari Social Media?


Terinspirasi oleh blog milik Ryan McLaughlin berjudul Removing My Children From The Internet, saya memiliki rasa penasaran yang cukup besar akan pendapat teman-teman terdekat saya mengenai posting foto-foto bayi (atau toddler) mereka di berbagai macam kanal situs jejaring sosial. Jadi, yang saya lakukan adalah langsung mengadakan FGD (Forum Group Discussion) kecil-kecilan melalui Path untuk mengetahui pendapat-pendipit mereka.

Beberapa pertanyaan yang saya ‘bombardir’ melalui fitur quote di Path adalah sebagai berikut:

  1. Sebahagia atau sebangga-banggnya kita akan bayi kita, apakah kita senantiasa memotret mereka dan men-twitpic, posting foto mereka di FB/Path/Instagram?
  2. Serajin itu kah kita merekam segala tingkah laku menggemaskan bayi kita dan mengunggahnya ke Youtube/Instagram/Vine?
  3. Pernahkah kita – (calon) orang tua) – berpikir bahwa mungkin bayi-bayi kita tidak ingin rekaman masa kecil mereka terpapar di internet, dimana setiap individu selalu memiliki kemungkinan untuk mengakses foto-foto dan/atau rekaman-rekaman video tersebut?
  4. Jika kita yang menjadi bayi kita, apa kita mau untuk diperlakukan dengan cara yang sama?

Reaksi yang saya dapatkan dari teman-teman saya lumayan variatif. Ada yang setuju untuk tidak memposting foto-foto anak-anak mereka, ada yang merasa tersadarkan dan – kelihatannya – akan mengurangi kegiatan posting foto anak, dan ada juga yang berpendapat bahwa ‘toh’ anak-anak kecil jaman sekarang sudah dengan sukarela menunjukkan foto masa bayi mereka kepada teman-temannya.

Tidak ada jawaban yang salah dan tidak ada jawaban yang benar. Justru menurut saya yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kita bisa lebih cermat dalam memilih kanal social media, dalam berbagi informasi. Isu social media selalu sama, yaitu ‘privacy’. Dan dengan makin menjamurnya pilihan-pilihan kanal social media – dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing – menjadikan privasi sebagai sebuah currency atau mata uang. Tentu saja bukan uang beneran ya, tapi lebih kepada “tingkat privasi yang bagaimana, di kanal social media yang mana?”. Karena, IMHO, pada saat bertambah besar, anak kita kelak akan memiliki hak untuk mengatur privasi mereka sendiri. Dan, mungkin, sebagai orang tua, kita bisa mulai memikirkan hal ini sejak dini; memberikan kesempatan anak kita untuk dapat mengatur kehidupan masa lalunya, untuk masa depan mereka.

Tambahan dari saya – ini lebih ke masalah teknis sih – dengan bertambah pesatnya kemajuan teknologi dan excitement masyarakat dunia akan hal tersebut, hukum 2.0, norma 2.0, tata krama 2.0, etika 2.0 belum bisa keep up. Dalam memaparkan identitas dan informasi kita di internet, hendaknya kita juga harus pintar. Kita tidak mau begitu saja memberikan informasi apa pun tentang kita ke orang asing. We never know what’s going to happen to us, our family, our children.

Thanks a lot untuk teman-teman kece saya yang sudah bersumbangsih pendapat di Path ya. You know who you areπŸ˜‰

2 thoughts on “Apakah Bayi Anda Aman dari Social Media?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s